Bunga adalah hadiah dari alam yang paling indah.

Kita semua mengagumi berbagai jenis bunga dan memasukkannya dalam kehidupan kita sehari-hari seperti dalam ritual, mendekorasi kantor dan rumah kita dan dalam pernikahan. Beberapa jenis bunga memiliki tempat khusus dalam pengobatan, ritual, dan perayaan. Pada Hari Ulang Tahun kami berharap orang-orang yang kami cintai dikirimi buket Bunga. Bunga selalu memberkati kehidupan di bumi dan akan selalu ada di sana untuk menyampaikan “Aku peduli padamu“.

Bahasa bunga memiliki makna dan konotasi yang berbeda di berbagai belahan dunia. Sejak jaman dahulu ia telah memicu imajinasi dan inspirasi dari banyak penyair, seniman dan penulis. Bunga dapat membantu kita mengekspresikan pikiran, perasaan, dan emosi kita, mereka melakukan hal yang diperlukan ketika kata-kata gagal disampaikan.

Bunga memiliki kemampuan untuk mempengaruhi emosi kita dan mempengaruhi suasana hati kita. Menurut penelitian perilaku terbaru yang dilakukan di Rutgers, Universitas Negeri New Jersey, kehadiran bunga memicu emosi bahagia, meningkatkan perasaan kepuasan hidup dan mempengaruhi perilaku sosial secara positif jauh melampaui apa yang biasanya diyakini. Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa bunga memiliki dampak langsung pada kebahagiaan kita, bunga memiliki efek positif yang lama pada suasana hati kita dan membuat koneksi yang intim.

Selama bertahun-tahun, Bunga telah mengembangkan makna dan tidak dipilih secara acak. Bunga yang berbeda dipilih untuk menyampaikan emosi yang berbeda misalnya, bunga akasia diberikan untuk mengekspresikan cinta yang disembunyikan, cinta suci atau keindahan bunga aster melambangkan cinta dan kemerahan anyelir merah muda berarti saya tidak akan pernah melupakan Anda sementara kuning mengatakan penolakan atau kekecewaan dan tulip mengatakan Anda memiliki sinar matahari dalam senyum Anda, dan semua jenis bunga tersebut bisa anda temukan di toko bunga Jakarta.

Ada interpretasi ilmiah maupun tradisional bahwa bunga memang memiliki sifat penyembuhan juga. Dr. Roger Ulrich, seorang ahli psikologi lingkungan di Texas A & M University, yang merupakan orang Amerika pertama yang meneliti dan mempelajari manfaat tanaman pada pasien rumah sakit, menemukan bahwa ketika tanaman terlihat oleh pasien-pasien ini, tingkat stres mereka berkurang, kebutuhan mereka akan obat nyeri menurun dan rawat inap di rumah sakit lebih pendek dengan meningkatnya rasa optimisme dan kesehatan fisik pasien.