Sekilas Absurdisme dalam Seni

Absurdisme merupakan sebuah aliran seni yang berdasarkan pada kepercayaan yang menyatakan usaha manusia untuk mencari arti kehidupan aka berakhir dengan kegagalan. Dalam pencarian tersebut manusia cenderung untuk melakukan berbagai usaha yang absurd.

Paham absurdisme berhubungan dengan eksistensialisme dan nihilism yang diawali oleh filsuf Denmark abad ke-19, bernama Soren Kierkegaard. Filsafat ini terkenal dan mencapai popularitasnya ketika dikemas oleh Albert Camus.

Secara terperinci Camus mengungkapkan bahwa aburdisme merupakan cabang filsafat yang lahir di masa kegelapan, yakni antara masa Perang Dunia I dan II. Di tengah-tengah kekacauan perasaan manusia menjadi hampa dan merasa tidak memperoleh apapun meski sudah berusaha keras.

Sekilas Absurdisme dalam Seni

Bila disederhanakan absurditas merupakan sebuah paham yang berdasarkan pada cara menjalani kehidupan yang irasional dan tanpa makna. Camus sukses mencuri perhatian massa dengan konsep tersebut, ia mengungkapkan absurditas melalui cerita-cerita pendeknya.

Kemudian, teknik penceritaan absurditas ini digunakan oleh pengarang-pengarang Eropa. Paham ini semakin terkenal ketika Camus meraih Novel Sastra tahun 1957. Kepopulerannya tak terbantahkan lagi sampai semakin terkukuhkan dan Camus menjadi pengembang filsafat absurditas yang terkenal, di samping juga terkenal sebagai salah satu sastrawan terkemuka di dunia.

Sastrawan barat yang mengekor teknik absurditas Albert Camus antara lain Samuel Becket, teknik ini tertuang dalam naskah dramanya Waiting for Godot. Ada juga Harold Pinter dengan novelnya yang berjudul Holiday Party.

Sebab Absurditas Membudaya di Dalam Seni dan Literature

Perkembangan absurditas di dalam dunia seni dan literature, khususnya sastra dan beberapa dalam karya lukis dan kriya di dunia Barat hingga sampai ke Indonesia dilatarbelakangi oleh satu kesamaan yakni ketidakselarasan hidup antara hasrat manusia yang berulang kali diteriakkan dengan dunia nyata yang menjadi tempatnya hidup.

Ketidakselarasan yang berulang kali diterapkan dalam hati itu menimbulkan penderitaan yang berulang. Dari kondisi seperti itulah, paham absurditas mengungkap bahwa seharusnya manusia memahami bahwa kesadaranlah yang menjadi inti dari menjalani kehidupan yang seringkali berbenturan antara idealis dengan kenyataan sampai menimbulkan masalah-masalah tertentu.

Pada paham absurditas, disebutkan manusia adalah sebuah eksistensi yang memiliki kuasa penuh atas kehidupannya, ketika merasakan kesia-siaan, manusia bisa berhenti menjalaninya, namun banyak yang menjadikan kesia-siaan hidup ini menjadi patokan dalam menelaah konflik antara hasrat ideal dengan realitas.

Akhirnya hasrat tidak sepenuhnya tunduk pada realita yang mengharuskan manusia untuk beritndak sesuai dengan arus yang terintegrasi satu sama lain berdasarkan rutinitas. Dalam absurditas terungkap hubungan antra manusia dengan dunia tidak jelas dikarenakan manusia memiliki keinginan yang tidka sejalan dengan realitas.

Orang-orang menginginkan kepastian, namun dunia sedang tidak memberikan kepastian pada setiap orang. Tepat saat manusia menginginkan kepastian tapi dunia tidak memberikan kepastian itu maka absurditas terjadi.